Adikku Sayang, Adikku Malang

see? ternyata temen gua, si *tuutttt* (nama disensor) buat cerita yang lebih lebay dari gua -.-"
tau kan kenapa kita buat kayak gini? kalo belom buka ini.
nah, temen gua itu udah buat nya panjang, tragis pula hahahah
okee daripada berbelit belit check this out ! ::
Hari itu tepatnya enam tahun lalu, pada hari minggu di tanggal 7. Ibuku menitipkan adikku yang lucu dan ayu. Saat itu usia adikku baru dua tahun berlalu. Perasaanku saat itu menjadi sayu dan agak pilu karena saat itu aku sedang menonton film kartun kesukaanku.

Dengan terpaksa aku menerima permintaannya. Walau agak lama aku menerimanya, dengan rela namun aku harus tetap menjaganya juga.

Entah kemana hari itu ibuku pergi. Dari balik jendela aku berdiri menatapi nasibku sendiri disini. Dan berharap ibuku tidak lama kembali karena aku tidak sudi meninggalkan film-film kartun di pagi ini.

Belum ada 5 menit berlalu, adikku sudah menangis tersedu-sedu. Dengan wajah lesu aku matikan TV ku dan ku hibur adikku walau agak menggerutu. Saat itu aku tidak tahu mengapa aku sangat membenci adikku.

Tak bisa kutahan perasaan yang terus membosan. Sikapku pelan-pelan menjadi agak kejam karena tangisan adikku yang lama-lama semakin menghujam dan di tambah oleh perasaanku yang tak tertahankan. Pelan-pelan aku pikirkan cara membuat adikku tenang, namun setan dalam hatiku malah yang tak sabaran. Kupikirkan cara kejam untuk membuatnya diam. Kubuka lemari pakaian dan kumasukkan dia dengan kejam. Walau agak segan, tapi tetap ku kunci lemari pakaian dengan tenang. Walau pelan, tetap kudengar tangisan adikku yang semakin kencang. Ku tinggal dia perlahan-lahan untuk melihat filmku krayon Sin-Chan.

Tak lama aku pun sadar. Dengan hati takut dan berdebar, aku ingat bahwa tingkahku sudah kurang ajar. Aku langsung berlari kencang dan kunci itu pun aku sambar.

Kemudian kubuka pintunya dan diapun menangis meronta - ronta. kupeluk dan kugendong dia dengan airmatanya yang mendera. Untunglah nyawanya tidak apa - apa.

Oh adikku, maafkanlah kakakmu yang tak tahu malu. Semua ini diatas ambang kesadaranku, maka maafkanlah aku.

yak cukup panjang bukan ? zzzz
tapii gilaa kejam amat kali dia sama adek nya sendiri hahahahha

nb: adegan ini jangan ditiru. dapat menimbulkan unsur kekerasan. dapat menyebabkan hal - hal yang tak diinginkan seperti masuk penjara, dikucilkan dari masyarakat dan dibuang dari keluarga. -.-V

9 comments:

inidita said...

hahahaha nono' kejaaammm

Brainless~ said...

hahaha, yg penting masih sayang
aku sma adikku klo akur ya akur bgt klo lgi berantem dendamnya minta ampun, hahaha

nomorsepuluh said...

atun : hahahha banget sha. kirain malah mau dibekep itu adek nya :D

kak dave : hahahhahaha biasa laahh adik kakak pasti kayak gitu :3

Dita Khusnul Khotimah said...

wuih rima puisi nya asik banget :D
ide yang bagus juga buat ngrung ade di lemari ha-ha-ha >:)

nomorsepuluh said...

hihihihihi iyaaa bagus. lucu ketawa denger nya :D
ide bagus banget. tapi jangan ditiru! tidak terpuji hahha

[L]ain said...

bahahaha
bercerita apa berpuisi
lebe banget tapi lucu cara nulisnya xD

SHUDAI AJLANI (dot) COM said...

mampir lagi sob setelah menghilang selama 2 minggu hehe, sob saya undang buat ikutan memeriahkan ultah blog saya. Ditunggu ikut sertanya :)

Realodix said...

Ya ampun.. But, tetap sayang kan.. :)

nomorsepuluh said...

[L]ain: hahahhaha itu mendramatisir pengalaman akhiran harus kayak puisi gitu :p

SHUDAI AJLANI (dot) COM: oke kak deadline 31 maret kan? yang diluar jakarta gimana nih bisa ikutan gak?

Realodix: hahahah pasti dong nama nya juga kakak adek :D